10 September 2009

10 Penyakit Manusia

Tahukah anda, kita sebagai manusia punya 10 penyakit yang sering kambuh? Inilah 10 penyakit manusia itu:

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah: Siapa nih yang nyantet ? Selalu"siapa" Bukan"apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau " mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong."Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling". Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini: Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar/peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. BAYANG-BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan? Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik?? Nggak ada kan? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

Silahkan direnungkan mengenai benar atau tidaknya, semua berpulang pada pendapat masing2 orang.


baca lebih lanjut doong ..

19 Agustus 2009

5 Rahasia Anti Kerut pada Wajah

Mata adalah jendela hati. Karena sensitif, daerah sekitar mata perlu perawatan ekstra. Usia, stres, dan aneka ekspresi pada wajah mempercepat timbulnya kerut pada daerah sekitar mata. Maanfaatkan bahan-bahan yang ada di rumah untuk mengatasinya.



1. Ambil satu sendok teh susu cair, bubuhi dengan 3-4 tetes jeruk lemon. Campur hingga rata lalu oleskan di bagian bawah mata. Lakukan setiap hari menjelang tidur. Esok paginya, basuh muka dengan air hangat dan keringkan dengan handuk lembut. Hindari pemakaian sabun jika membersihkan wajah di pagi hari.

2. Buah pepaya dapat dimanfaatkan untuk menghindari munculnya kerut di wajah dan bawah mata. Caranya, hancurkan sepotong pepaya matang dalam mangkuk. Oleskan hingga rata di wajah, biarkan selama 30 menit, kemudian basuh wajah dengan air hangat dan keringkan. Campuran ini akan membuat kulit di sekitar mata terasa lebih lembut dan kenyal. Selain itu, sekaligus berfungsi sebagi toner wajah.

3. Potong kapsul vitamin E, tambahkan dengan ½ sendok teh gliserin (bisa diperoleh di toko obat). Bubuhkan di wajah dan leher, biarkan selama 15-20 menit, kemudian basuh wajah dan leher.

4. Madu sangat ampuh menjaga kelembaban wajah. Ambil satu sendok teh madu dan satu sendok teh tepung beras, oleskan di wajah, biarkan sekitar 30 menit, lalu bilas wajah dengan air bersih.

5. Pilihan lain, campur satu sendok teh madu dengan satu sendok teh krim susu. Oleskan secukupnya di area wajah, lalu bilas dengan air hangat.

Tips :
- Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, perawatan untuk mengurangi kerut wajah harus dilakukan setiap hari secara teratur. Anda akan melihat hasilnya secara nyata setelah melakukan perawatan ini secara rutin selama 30-40 hari.

- Bahan-bahan dan perlengkapan harus dicuci bersih sebelum digunakan untuk menghindari iritasi, mengingat daerah mata dan wajah amat peka. Sedapat mungkin, gunakan buah-buahan segar.

- Cuci tangan bersih-bersih sebelum mengoleskan "ramuan" di wajah.

- Jika terjadi gatal-gatal, segera konsultasikan dengan dokter. Hati-hati pula jika kulit Anda termasuk jenis sensitif.

baca lebih lanjut doong ..

01 April 2009

Mengapa Orang Lain Lebih Sukses Dibanding Saya?


Ya, kenapa banyak orang lain jauh lebih sukses dibanding kita? Atau, kenapa sebagian orang bisa merengkuh sejumput kesuksesan, sementara sebagian yang lain tergelincir dalam stagnasi – getting nowhere in their entire life. Lalu, apa sebenarnya rahasia untuk meraih kesuksesan hidup?

Itulah serangkaian pertanyaan yang coba dijawab dalam sebuah buku yang amat indah, bertajuk : Outliers : The Story of Succes karangan Malcolm Gladwell. Gladwell telah membius publik dunia melalui dua buku sebelumnya, berjudul Tipping Point (yang merubah cara kita memahami dunia) dan Blink (yang telah merubah the way we think about thinking). Dua buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sama seperti dua buku sebelumnya, dalam bukunya yang ketiga ini Gladwell menyuguhkan kejeniusannya dalam merangkai cerita : setiap paragraf dalam bukunya selalu dirajut dengan penuh keindahan, menghanyutkan, dan semuanya dibalut dalam kerenyahan yang menggiurkan. Bagi saya, membaca buku-buku Gladwell selalu merupakan sebuah wisata intelektual yang menggetarkan, dan rasanya sungguh mak nyus.

Jadi, apa rahasia sebenarnya untuk meraih kesuksesan? Dalam banyak buku populer, kesuksesan acap dipahami sebagai sebuah produk dari kejeniusan seseorang, mentalitas atau mindset yang positif, motivasi kerja yang kuat, dan serangkaian karakter positif lainnya. Demikianlah, kita lalu menempatkan kisah sukses Bill Gates misalnya, dalam konteks semacam itu. Kita memandangnya sebagai tokoh visioner yang jenius dan brilian, dan melalui kerja keras serta talentanya ia bisa membangun kesuksesan yang luar biasa. Dengan kata lain, kesuksesan acap dibaca sebagai hasil dari kehebatan yang bersifat individual.

Gladwell menjelaskan narasi kesuksesan semacam itu hanyalah ilusi. Benar, elemen-elemen tentang kerja keras dan talenta memegang peran, namun kesuksesan sesorang ternyata jauh lebih banyak ditentukan oleh serangkaian keberuntungan, lingkungan dimana kita bekerja, dari mana kita berasal, dan juga kultur hidup yang membesarkan kita. ”Success….is grounded in a web of advantages and inheritances, some deserved, some not, some earned, some just plain lucky,” demikian Gladwell menuliskan salah satu kesimpulannya.

Kisah kesuksesan semacam itu mungkin secara dramatis bisa kita baca dari kisah berikut ini. Alkisah, terdapat dua sarjana yang sama-sama brilian dan lulus dari sebuah perguruan tinggi ternama di tanah air. Keduanya merupakan sahabat, dan keduanya memiliki prestasi yang mengagumkan, baik dalam aspek akademis ataupun aspek ekstra kurikuler (keduanya aktif dalam organisasi kampus dan dua-duanya dikenal memiliki talenta kepemimpinan yang sangat baik).

Ketika lulus, satu orang diterima bekerja di sebuah perusahaan yang relatif baru, dinamis, dan berada dalam industri yang tengah berkembang pesat. Satunya lagi memilih bekerja di sebuah perusahaan yang amat besar dengan usaha yang mendekati monopoli, kultur kerja yang birokratis, dan penuh kemapanan. Begitulah, sepuluh tahun kemudian mereka bertemu kembali, dan betapa bedanya nasib mereka. Kawan kita yang bekerja di perusahaan dinamis itu telah tumbuh menjadi top eksekutif yang sukses dan diburu para headhunter; sementara kawan kita satunya lagi stuck on the middle of nowhere.

Apakah kesuksesan itu karena kawan kita yang satu lebih hebat, lebih positif mindsetnya, lebih termotivasi dibanding satunya lagi? Tidak. Kawan kita yang satu berhasil karena ia bekerja pada lingkungan yang benar; dan kantornya telah memberikan serangkaian “kesempatan” dan “keberuntungan” (misal perusahaannya beruntung di-akuisisi oleh perusahaan asing sehingga ia berkesempatan melakukan banyak penugasan kerja di luar negeri; juga ia beruntung karena industri dimana perusahaannya berkiprah tumbuh pesat sehingga dengan cepat tersedia banyak posisi kosong ; dan ia beruntung perusahaan itu masih muda, sehingga ia bisa cepat melesat naik posisinya).

Sementara kawan kita satunya lagi “stuck” lantaran ia berada pada habitat yang salah. Kantor tempatnya bekerja penuh dengan politicking, tidak peduli dengan pengembangan SDM, dan penuh dengan birokrasi yang mematikan. Talentanya layu sebelum sempat tumbuh; dan kesuksesan karir tak pernah bisa ia raih.

Esensi dari kisah diatas sama dengan apa yang dinarasikan dalam buku Gladwell ini. Sukses ternyata memang lebih banyak ditentukan oleh dinamika lingkungan dimana kita berkiprah dan berkarya.

Pertanyaanya sekarang adalah : apakah habitat atau lingkungan tempat Anda berkarya saat ini merupakan lingkungan yang tepat? Sebuah lingkungan yang bisa menyodorkan “keajaiban”, “luck”, dan serangkaian “berkah terselubung” dalam perjalanan hidup Anda? Atau sebaliknya, sebuah tempat dimana kesuksesan senantiasa merupakan sebuah impian kosong; bak buih fatamorgana yang selalu lenyap setiap kali kita hendak mendekatinya?

baca lebih lanjut doong ..

30 Maret 2009

SELF TALK POSITIF (Dialog Diri): Dapat Menentukan Keberhasilan ANDA!!!!

Sebetulnya kita banyak melakukan Self talk (dialog dengan diri sendiri) sepanjang hari. Beberapa ahli mengatakan bahwa kita melakukan "dialog diam" ini sebanyak 50.000 kali dalam sehari. Self talk memiliki efek langsung terhadap pikiran dan perilaku kita.


Self talk adalah dialog internal (atau kadang juga monolog) yang kita lakukan dengan diri kita sendiri ketika dihadapkan pada situasi tertentu.

Apa yang "secara diam-diam" kita katakan kepada diri sendiri mengenai sebuah kejadian akan memberi pengaruh yang luar biasa terhadap diri kita. Selftalk dapat mengubah apa yang kita lihat dan dengar di sekeliling kita, apa yang kita rasakan, dan apa yang kita ingat ketika meninjau kembali pengalaman hidup kita.
Pernahkah anda mendengar tentang self fulfilling prophecy (ramalan yang mewujudkan dirinya sendiri)? Self-talk mirip dengan self-fulfilling prophecy—dimana apapun yang paling sering dan paling banyak kita pikirkan, cenderung akan terwujud nyata.
Ketika self-talk kita positif - “Segalanya akan berjalan lancar,” “Saya yakin bisa mendapatkan pekerjaan ini”— maka kita sebenarnya sedang mengarahkan diri menuju sukses, dan kemungkinan sukses itu ada untuk kita. Karena kita memerintahkan alam bawah sadar untuk menyediakan segala sumber daya di dalam diri kita untuk sukses.


Ketika self-talk kita negatif — “Keadaan pasti akan menjadi kacau balau,” “Saya tidak yakin bisa menjadi seorang supervisor yang baik” — maka kita sebenarnya sudah menyerah, dan besar kemungkinan kita tidak akan sukses. Karena kita telah memerintahkan alam bawah sadar kita untuk melewatkan segala kesempatan dan kemungkinan untuk berhasil.

Self-talk akan mengarahkan pikiran dan perilaku kita. Bila kita berpikir, “Saya yakin bisa mendapatkan pekerjaan ini,” maka kita akan berusaha untuk mendapatkannya. Selama proses interview, kita akan menunjukkan keyakinan diri dan kemampuan kita, dan karena itu kemungkinan bagi kita untuk diterima juga lebih besar.

Namun bila kita mengatakan pada diri kita sendiri, "Lamaran saya pasti akan ditolak," maka besar kemungkinan kita tidak akan berusaha untuk menunjukkan keyakinan dan kemampuan diri kita, dan karena itu, lamaran kita pun ditolak.
Maka, sangatlah penting untuk "menulis kembali naskah" self-talk kita yang negatif menjadi positif. Seperti menghapus "rekaman" mental yang biasanya kita putar ketika menghadapi tekanan, dan menggantikannya dengan "rekaman" yang baru.


Ya, kamu bisa karena kamu memiliki sumber daya yang lebih besar.
Cara untuk memiliki self talk yang positif dan menghilangkan self talk yang negatif sebetulnya sederhana. Pertama, sadarilah cara kita berkomunikasi dengan diri sendiri. Bila kemudian kita menyadari bahwa kita sedang melakukan self talk yang negatif, maka hentikanlah saat itu juga. Segera katakan pada diri sendiri, “STOP!!”
Kemudian gantilah self talk negatif dengan yang positif. Awalnya, ini mungkin akan membuat kita merasa sedikit canggung dan aneh. Karena sebetulnya kita tidak mungkin memilih kata apa yang akan kita ucapkan, bahkan kepada diri sendiri, karena kata-kata itu keluar begitu saja. Ia adalah kata yang biasa kita ucapkan. Tapi jangan khawatir. Bila kita terus berlatih, maka cepat atau lambat kebiasaan yang baru akan menggantikan kebiasaan yang lama.

Semua kebiasaan bisa dipelajari. Awalnya, kebiasaan itu kita bentuk, dan kemudian ia membentuk kita dan hidup kita. Tapi point yang paling utama adalah bahwa semua kebiasaan yang kini kita miliki awalnya dibentuk oleh kita sendiri.

Karena itu, kita bisa mengubahnya. Pilihan untuk berubah atau tidak ada di tangan kita. Dan pilihan itulah yang akan menentukan perjalanan kita menuju sukses dalam setiap aspek kehidupan kita.




baca lebih lanjut doong ..

28 Maret 2009

gambar motivasi "burn ur spirit"

































































baca lebih lanjut doong ..

26 Maret 2009

Di usia matang PRIA akan lebih menarik di mata wanita

BUKAN hanya wanita yang memiliki usia emas, pria ternyata memilikinya. Saat kaum adam mengalami masa tersebut, maka penampilannya kian menarik dan mengalami kesuksesan dalam karir.

Mengenai hal itu, psikolog Bondan Seno Prasetyadi, membenarkan bahwa kaum pria memang memiliki usia emas atau usia kembang. Kendati demikian tidak ada patokan bakunya, hanya saja bila dilihat dari sisi psikologi manusia, usia emas pria dimulai sejak tahap matang.

"Ada beberapa tahap psikologi seorang pria. Dan usia emas pria itu berada di tahap matang yaitu pada saat dewasa awal yang dimulai dari usia 25 sampai usia dewasa madya yaitu 45 tahun," ucap Bondan kepada okezone ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (8/9/2008).

Menurut psikolog lulusan Universitas Gunadarma ini, tahap dewasa awal sampai dewasa madya menjadi usia produktif seorang pria karena saat itu mereka telah menuntaskan pendidikannya dan tengah menapaki karir.

"Di usia 25 ialah tahap seorang pria sudah matang. Pada tahap ini, saat pria berkarir masuk usia 28 sampai 29 tahun, mereka sudah berada di level senior supervisor. Sementara di usia kepala tiga, mereka sudah ada di level junior manager, senior manager, bahkan general manager. Seorang pria dengan karir seperti ini tengah berada di usia emas," bebernya.

Nah, untuk mengoptimalkan usia produktif pria, maka ada beberapa hal yang harus diantisipasi dan dipersiapkan.

Menurut Bondan, bila dilihat berdasarkan pada latar belakang perkembangan gaya hidup dan teknologi serta perubahan pola hidup yang serba cepat, maka kaum pria harus menunjukkan jati dirinya.

"Di usia emas, pria akan menunjukkan jati dirinya sehingga mau tidak mau inner beauty-nya keluar. Hal ini disebabkan pria tengah berada di usia puncak yang membuatnya mengeluarkan kemampuan diri dan fasilitas diri. Misalnya kendaraan, rumah, dan fasilitas lain. Mau tak mau hal itu memberikan attraction yang sangat tinggi kepada lawan jenisnya," papar Training in Managemenet Consultant Partner PT Mitra Langgeng Sejati ini.

Dengan perkembangan zaman, maka seorang pria harus selalu mengikuti setiap perubahan yang terjadi. Untuk itu, faktor internal dan eksternal saling menunjang.

"Faktor eksternal dan internal memengaruhi kesuksesan seseorang. Faktor internal ialah bagaimana individu mengembangkan dirinya, potensi, skill, dan kemampuan diri. Sementara faktor eksternal yaitu bagaimana seorang pria membangun networking. Kedua hal itu tentu tak lepas dari segi education," pungkas ayah seorang putri ini.
(nsa)

baca lebih lanjut doong ..

24 Maret 2009

manfaat coklat bagi kesehatan

Coklat merupakan sumber senyawa flavonoid (polyphenol) yang dikenal sebagai antioksidan yang biasa terdapat pada sayuran, buah-buahan dan teh.

Kandungan antioksidan pada segelas coklat:

- 2x lebih besar dibandingkan dengan segelas anggur merah
- 3x lebih besar dibandingkan dengan segelas teh hijau
- 5x lebih besar dibandingkan dengan segelas teh hitam

(Sumber: :Lee, K.W. et al., 2003, Cocoa Has More Phenolic Phytochemicals and a Higher Antioxidant Capacity than Teas and Rew Wine, Journal of Agricultural and Food Chemistry)

Coklat bubuk murni dan coklat unsweetened(tanpa pemanis) merupakan jenis coklat yang memiliki kadar antioksidan paling tinggi serta kandungan gula yang rendah.

FUNGSI ANTIOKSIDAN PADA COKLAT

1. Mencegah penyakit jantung, kanker, hipertensi dan stroke
2. Mengurangi efek-efek penuaan
3. Meningkatkan fungsi kognitif (fungsi mengingat, belajar, membuat keputusan dan menyelesaikan masalah)

Coklat untuk kesehatan psikologis

Kandungan phenilethylamine (PEA) pada coklat dapat menstimulasi perasaan bahagia dan perasaan yang positif. PEA juga berperan dalam meningkatkan konsentrasi dan daya tahan tubuh.


Note:
yang dimaksudkan coklat yg sehat adalah coklat yang murni ya alias pure chocolate...pure chocolate itu rasanya pahit...tp pahitnya tuh pahit enak..
jgn salah yah...pure chocolate berbeda dgn susu coklat ato coklat yg sweetened/manis yg udah diproses di pabrik seperti susu coklat, coklat batangan, choco fountain dll...

saya byasa minum segelas hot pure chocolate..ditambah beberapa sendok gula utk menghilangkan sedikit rasa pahit...enak dan segar...menghilangkan stres...enak jg diminum dingin...boleh jg dicampur sdikit susu..
tp tetep ada batasannya jg..apapun yg berlebihan pasti tidak baik...

baca lebih lanjut doong ..

live chat with me